Federico Valverde secara jujur mengakui bahwa kemenangan Real Madrid atas Atletico Madrid di semifinal Piala Super Spanyol 2026 tidak sepenuhnya diraih melalui performa dominan. Gelandang asal Uruguay itu menilai Los Blancos cukup beruntung bisa mengamankan tiket ke final, mengingat Atletico tampil lebih solid dan menekan sepanjang pertandingan.
Laga semifinal Piala Super Spanyol 2026 yang mempertemukan Real Madrid vs Atletico Madrid berlangsung di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, Arab Saudi, Jumat (9/1/2026) dini hari WIB. Duel bertajuk Derby Madrid tersebut berakhir dengan kemenangan tipis 2-1 untuk Real Madrid.
Real Madrid membuka keunggulan sangat cepat lewat tendangan Federico Valverde pada menit kedua. Gol tersebut memberi momentum awal bagi pasukan Carlo Ancelotti. Namun, Atletico Madrid perlahan bangkit dan mengambil alih kendali permainan. Gol kedua Madrid dicetak oleh Rodrygo Goes, sebelum Alexander Sorloth memperkecil ketertinggalan Atletico di babak kedua.
Hasil ini memastikan Real Madrid melaju ke final Piala Super Spanyol 2026, di mana mereka akan menghadapi rival abadi, Barcelona. Sebelumnya, Blaugrana tampil sangat impresif dengan kemenangan telak 5-0 atas Athletic Bilbao di semifinal.
Valverde: Real Madrid Tidak Tampil Dominan
Meski mencetak gol pembuka dan terpilih sebagai salah satu pemain penting dalam laga tersebut, Federico Valverde justru bersikap kritis terhadap performa timnya. Ia menilai Real Madrid tidak bermain senyaman biasanya dan kerap berada di bawah tekanan Atletico Madrid.
Menurut Valverde, Atletico tampil lebih terorganisasi, agresif, dan konsisten dalam menjaga intensitas permainan. Sementara itu, Real Madrid justru beberapa kali kehilangan kontrol dan terlalu cepat merasa nyaman setelah unggul lebih dulu.
“Itu adalah hari yang baik karena saya bisa mencetak gol lagi. Namun, kami harus bersikap kritis terhadap diri sendiri. Mereka bermain lebih baik daripada kami,” ujar Valverde dalam wawancara dengan Movistar+.
Pemain berusia 23 tahun itu menambahkan bahwa Real Madrid sempat mengalami kesulitan besar dalam mengalirkan bola dan menjaga tempo permainan. Meski masih mampu menciptakan peluang lewat serangan balik, Madrid tidak sepenuhnya menguasai jalannya laga.
Real Madrid Harus Belajar ‘Menderita’
Valverde menekankan bahwa sebagai tim besar, Real Madrid harus siap menghadapi momen-momen sulit di lapangan. Ia menyebut kemampuan untuk “menderita” dan tetap kompak sebagai kunci kemenangan dalam pertandingan besar, terutama saat menghadapi rival sekelas Atletico Madrid.
“Kami adalah tim hebat, tapi kami harus tahu bagaimana caranya menderita dan tetap kompak. Kami selalu ingin memulai dengan kemenangan, tapi setelah gol awal kami sedikit rileks,” lanjut Valverde.
Menurutnya, sikap terlalu cepat merasa aman justru membuat Madrid kehilangan fokus. Atletico memanfaatkan situasi tersebut untuk terus menekan hingga menit-menit akhir pertandingan.
Ketegangan baru benar-benar mereda setelah wasit meniup peluit panjang. Gol Alexander Sorloth membuat Atletico Madrid terus menekan di sisa laga, namun Real Madrid mampu bertahan hingga akhir.
Evaluasi Jadi Kunci Menuju Final
Kemenangan atas Atletico Madrid memang membawa Real Madrid ke final Piala Super Spanyol 2026, tetapi Valverde menegaskan bahwa hasil tersebut harus disertai evaluasi menyeluruh. Ia tidak ingin timnya mengulangi kesalahan yang sama saat menghadapi Barcelona di laga puncak.
Valverde menilai kedisiplinan, komunikasi, dan kerja sama tim harus ditingkatkan. Terlebih, Barcelona datang ke final dengan kepercayaan diri tinggi usai menang besar di semifinal.
Bagi Real Madrid, laga final nanti bukan sekadar perebutan trofi, tetapi juga ajang pembuktian dan balas dendam atas kekalahan menyakitkan musim lalu.
Misi Balas Dendam di Final Lawan Barcelona
Final Piala Super Spanyol 2026 akan kembali mempertemukan dua raksasa Spanyol, Real Madrid dan Barcelona. Musim lalu, Los Blancos harus mengakui keunggulan Blaugrana dengan skor telak 5-2 di partai final.
Federico Valverde menyatakan bahwa kekalahan tersebut masih membekas dan menjadi motivasi tambahan bagi skuad Madrid untuk tampil maksimal kali ini.
“Kami harus siap, beristirahat dengan baik, dan memulihkan diri secara fisik serta mental. Kami harus menang. Kami sangat menantikan kesempatan untuk membalas kekalahan itu,” tegas Valverde.
Menurutnya, bermain di final selalu menjadi kehormatan besar, terlebih ketika menghadapi Barcelona dalam laga bertajuk El Clasico.
“Merupakan suatu kehormatan bisa berlaga di final lagi,” tambahnya.
Insiden Vinicius Junior dan Diego Simeone
Selain hasil pertandingan, laga semifinal ini juga diwarnai insiden antara Vinicius Junior dan pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone. Momen tersebut sempat menyita perhatian publik dan media.
Federico Valverde menilai insiden tersebut sebagai bagian dari tensi tinggi sebuah derby. Ia menegaskan bahwa konflik semacam itu seharusnya tidak dibesar-besarkan selama masih berada dalam konteks pertandingan.
“Kode bagi pemain dan pelatih… itu bagian dari sepak bola. Ini adalah derby,” ujar Valverde.
Ia juga menekankan bahwa semua emosi dan interaksi sebaiknya tetap berada di dalam lapangan, tanpa berlanjut ke luar pertandingan.
“Yang penting adalah semuanya tetap berlangsung di lapangan,” tutupnya.
Real Madrid Siap Hadapi Tantangan Terbesar
Dengan segala kekurangan yang terlihat di semifinal, Real Madrid kini memiliki waktu singkat untuk berbenah sebelum final. Federico Valverde dan rekan-rekannya sadar bahwa menghadapi Barcelona membutuhkan konsistensi, fokus penuh, dan kerja sama tanpa celah.
Final Piala Super Spanyol 2026 bukan hanya soal trofi, tetapi juga soal gengsi, mental juara, dan pembuktian siapa yang terbaik di Spanyol saat ini.